MAKALAH KOMUNIKASI ORGANISASI
UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
Disusun Oleh:
Dinda Nazwa Pradhitia
202210415283 / 3A1
TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL
TAHUN AKADEMIK 2023/2024
BAB 1
KONSEP-KONSEP
DASAR KOMUNIKASI
- Definisi Komunikasi
Komunikasi secara etimologis merupakan
terjemahan dari bahasa Inggris communication.
Communication berasal dari bahasa latin yaitu communis yang artinya “sama atau bermakna sama”. Komunikasi
merupakan proses interaksi yang terjadi antara dua orang atau lebih. Pesan
komunikasi biasanya berupa gagasan atau pikiran yang diwujudkan berupa simbol
mengandung makna dan dimengerti oleh pelaku satu sama lain. Komunikasi akan
berlangsung apabila antara orang-orang pelaku komunikasi yang terlibat terdapat
makna arti yang sama mengenai suatu hal yang dikomunikasikan. Sebaliknya jika
pelaku tidak memiliki makna yang sama terkait suatu hal, maka komunikasi tidak
kana terjadi.
Komunikasi secara terminologis merupakan
proses penyampaian pertanyaan dari seseorang kepada orang lain. Jadi, pada
proses komunikasi yang terlibat adalah manusia, karena manusia merupakan
makhluk sosial yang pada setiap proses kehidupannya pasti membutuhkan orang
lain.
Komunikasi secara paradigmatis artinya
bahwa komunikasi selalu mempunyai tujuan tertentu, ada yang dilakukan secara
lisan, secara tatap muka, bisa juga dilakukan melalui media, baik media massa
seperti surat kabar, radio, televisi atau film, media sosial maupun media non
massa, seperti surat, telepon, papan pengumuman, poster, spanduk dan lainnya.
Pada era 4.0 atau dikenal dengan era digitalisasi komunikasi mengalami pergeseran dari media
mainstream ke media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, Youtube,
WhatsApp dan lain-lain. Jadi secara paradigmatis, komunikasi bersifat
intensional (intentional), mengandung tujuan; karena harus dilakukan sesuai
perencanaan. Sejauh mana takaran perencanaan, bergantung kepada pesan yang akan
dikomunikasikan dan pada komunikan yang dijadikan sasaran.
Komunikasi
merupakan suatu proses penyampaian pesan dari satu orang kepada orang lain
dengan maksud tujuan tertentu. Menurut Muhammad (2005), pentingnya komunikasi
bagi manusia tidaklah dapat dimungkiri begitu pula halnya bagi suatu
organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik dalam suatu organisasi, maka
tujuan organisasi tersebut akan berjalan dengan lancar dan berhasil.
Sebaliknya, jika komunikasi didalam suatu organisasi tidak berjalan dengan
baik, maka akan mengganggu komunikasi didalam organisasi tersebut.
Komunikasi seringkali dikaitkan dengan
kehidupan bermasyarakat, dimana setiap orang saling berhubungan antara satu
dengan yang lainnya. Melakukan komunikasi berarti setiap manusia memberikan
suatu aksi dan reaksi, dimana reaksi merupakan bentuk respon dari aksi manusia
tersebut. Menurut Forsdale (1981), komunikasi adalah suatu proses memberikan
signal menurut aturan tertentu, sehingga dengan cara ini suatu sistem dapat
didirikan, dipelihara dan diubah. Definisi komunikasi juga dipandang sebagai
suatu proses. Kata signal artinya signal yang berupa verbal dan non verbal yang
mempunyai aturan tertentu. Dengan adanya aturan ini membuat orang yang menerima
signal yang telah mengetahui aturannya akan dapat memahami maksud dari signal
yang diterimanya. Misalnya setiap bahasa mempunyai aturan tertentu baik bahasa
lisan, isyarat maupun tulisan.
Menurut Brent D. Ruben (1988) menjelaskan definisi mengenai komunikasi manusia yang lebih komprehensif sebagai berikut: “Komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain”.
- Model Komunikasi
Model merupakan gambaran analogi yang
menyajikan dan memilih bagian dari keseluruhan dengan tujuan untuk mempermudah
memahami suatu fenomena. Model
menerangkan secara abstrak ciri-ciri penting dan menghilangkan rincian
komunikasi yang tidak perlu dalam dunia nyata. Menurut Aubrey Fisher model
merupakan analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari keseluruhan,
unsur, sifat atau komponen yang penting dari fenomena yang dijadikan
model-model adalah gambaran informal untuk menjelaskan atau menerapkan suatu
teori.
Menurut Deutsch (1966) ada empat fungsi model, yaitu
diantaranya:
1. Organizing function yaitu mengorganisasikan (kemiripan
data dan hubungan) yang tadinya tidak teramati. Suatu model memberi gambaran
umum suatu keadaan tertentu yang berbeda.
2. Explaining yaitu menunjukkan fakta-fakta dan metode baru
yang tdk diketahui (heuristik)
3. To predict yaitu sebuah model memungkinkan kita untuk
memprediksi outcome atau keadaan dari suatu peristiwa.
4. Mengukur fenomena
(pengukuran)
Deutsch menjelaskan beberapa hal yang
perlu dipertimbangkan dalam menilai model yaitu orisinalitas model, seberapa
banyak pandangan baru yang ditawarkan?, Bagaimana kesederhanaan dan kehematan
model tersebut?, seberapa nyata model tersebut, seberapa jauh kita bergantung
pada model tersebut sebagai representasi realitas fisik?.
Beberapa model komunikasi menurut para ahli:
Model Menurut Harold Laswell
Harold Laswell 1948 adalah seorang ilmuwan dalam bidang
ilmu politik dari Yale University menyebutkan sebuah model komunikasi yang
mungkin paling dikenal sepanjang masa. Model ini muncul pada perkembangan studi
Laswell tentang propaganda politik. Model ini adalah pandangan umum yang berisi
tentang komunikasi yang berkembang melalui batasan ilmu politik. Menurut
Laswell, persoalan komunikasi menyangkut
5 pertanyaan sederhana yaitu :
1.
Who? (siapa)
2.
Say What? (mengatakan apa)
3.
In Which Channel? (melalui saluran
apa)
4.
To Whom? (kepada siapa)
5.
With What Effect? (dengan akibat
apa)
Model
Shannon dan Weaver (1949)
Menurut Shannon dan Weaver (1949)
melihat komunikasi sebagai proses pemancaran pesan. Claude Shannon Warren
Weaver mereka bukanlah seorang ilmuwan sosial tetapi merupakan insinyur yang
bekerja untuk laboratorium telephone Bell di Amerika Serikat. Mereka mempunyai
tujuan khusus yaitu memastikan “the maximum efficiency” dari kabel telephone
dan gelombnag radio. Pada dasarnya mereka mengembangkan model komunikasi untuk
membantu mengembangkan sebuah teori matematis dari komunikasi (Chandler).
1.
Sumber informasi (information
source)
2.
Transmitter
3.
Penyandian ( Encoding ) pesan
4.
Penerimaan dan Encoding
5.
Tujuan Destination) Komponen terakhir Sh
6.
Sumber Gangguan ( Noise )
Model Komunikasi
Melvin De Fleur (1966)
Menurut Melvin De Fleur (1966) model ini
cocok untuk menggambarkan proses komunikasi melalui media massa (komunikasi
massa) di dalam model komunikasi ini terdapat 8 komponen yang mempunyai proses
komunikasi massa yaitu:
1.
Sumber (source)
2.
Pemancar (transmitter)
3.
Saluran (chanel)
4.
Penerima (receiver)
5.
Tujuan (destination)
6.
Gangguan (noise)
7.
Sarana medium massa (mass medium
device)
8.
Sarana penyampaian umpan balik
(feedback device)
Model Berlo (1960)
Model komunikasi Berlo biasanya dikenal
dengan model SMCR (Source, Message, Channel, Receiver). Model ini menekankan
pada efektivitas komunikasi serta menekankan pada ide bahwa meaning are in the
people yang memiliki arti pesan yang dikirim pada orang yang menerima pesan
bukan pada kata-kata pesan itu sendiri.
Model ini
hanya memperlihatkan sebuah proses komunikasi yang terjadi pada satu arah serta
di dalam prosesnya hanya terdiri dari empat komponen tersebut, yaitu sumber
pesan, saluran dan penerima atau receiver. Menurut Berlo 1960 semua elemen ini
sangat penting dalam menyampaikan pesan dalam memastikan jalannya komunikasi.
Model ini menganggap semua unsur yang terjadi pada komunikasi sangat menentukan
proses terjadinya komunikasi untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai.
Model S-O-R
(Stimulus Organism Respon), Houland
Model ini merupakan model komunikasi
yang paling dasar. Di dalam model ini sangat dipengaruhi disiplin psikologi
khususnya yang beraliran behavioristik. Hal ini terjadi karena psikologi dalam
komunikasi memiliki objek kajian yang sama, yaitu jiwa manusia yang berisi
tentang sikap, opini, perilaku, kognisi, afeksi dan konasi. Hal ini merupakan
asumsi dasar teori S-O-R yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku yang
bergantung pada kualitas stimulus yang berkomunikasi.
Model komunikasi ini merupakan suatu
proses aksi-reaksi yang sangat sederhana. Contohnya seperti ketika saya
tersenyum kepada anda dan anda membalas senyuman saya, itulah model S-R. Model
ini memiliki asumsi kata-kata, isyarat, non verbal, gambar dan tindakan. Hal
itulah yang mengakibatkan orang lain memberikan respon dengan cara tertentu,
model ini mengabaikan adanya faktor manusia seperti sistem internal individu.
Model Aristoteles
Aristoteles merupakan filosof yang
berasal dari Yunani, tokoh ini paling dini mengkaji komunikasi, yang intinya
komunikasi adalah persuasi. Model Aristoteles biasanya dikenal yang paling
klasik atau disebut juga model retoris. Menurut Mulyana (2005:134) oleh karena
itu model ini merupakan penggambaran dari komunikasi retoris atau komunikasi
publik dan pidato.
Menurut Aristoteles mengemukakan tiga unsur yang harus
terdapat dalam proses komunikasi:
1.
Pembicara (speaker)
2.
Pesan (message)
3.
Pendengar (listener)
Sedangkan proses komunikasi persuasif menurut Aristoteles proses komunikasi
persuasif ada tiga faktor yang harus dipenuhi.
1.
Siapa anda (etos kepercayaan anda)
2.
Apa argumen anda (logos logika
dalam pendapat anda)
3.
Dan dengan memainkan emosi
khalayak (pathos-emosi khalayak)
Model ini memiliki kelemahan yaitu
proses komunikasi yang sering dipandang sebagai suatu yang statis dan tidak
memperdulikan saluran serta umpan balik dan kendala yang terjadi pada proses
komunikasi. Model Aristoteles juga berfokus pada komunikasi yang disengaja
(komunikator mempunyai keinginan secara sadar untuk merubah sikap orang lain).
Model Komunikasi Wilbur Schramm
Wilbur Schramm adalah seorang ahli komunikasi yang memberikan pengaruh cukup besar dalam memfasilitasi penggunaan model komunikasi linear pada tahun 1950 an. Model ini kemudian bergerak untuk mengembangkan komunikasi relasional di tahun 1973. Wilbur Schramm membuat beberapa serangkaian model komunikasi manusia yang sederhana lalu lebih rumit dan memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi. Model ini memperkenalkan gagasan bahwa persamaan dalam bidang pengalaman sumber dan sasaran yang sebenarnya harus dikomunikasikan. Sumber ini harus dapat menyandi pesan dan tujuan dapat menyandi balik pesan, tergantung dari pengalaman mereka masing-masing. Makin besar daerah komunikasi akan berpengaruh pada pengalaman yang dimiliki oleh keduanya. Menurut Schramm di dalam proses komunikasi sangat jelas menjadi encoder dan decoder. Proses kembali di dalam model ini disebut feedback yang memainkan peran penting dalam komunikasi, hal tersebut berguna untuk mengetahui bagaimana pesan kita ditafsirkan.
Model Helical Dance
Model komunikasi Helical dapat dikaji
sebagai pengembangan dari model sirkular dari Osgood & Schramm, ketika
membandingkan model komunikasi linear dan sirkular. Dance mengatakan bahwa
dewasa ini kebanyakan orang menganggap bahwa pendekatan sirkular adalah paling
tepat dalam menjelaskan proses komunikasi.
Helix, yakni suatu bentuk melingkar yang
semakin besar menunjukkan perhatian kepada suatu fakta bahwa proses komunikasi
bergerak maju dan apa yang dikomunikasikan kini akan mempengaruhi struktur dan
isi komunikan yang akan datang menyusul.
Model Seiler
Menurut William J. Seiler ( 1988 ) model
komunikasi terdapat dua arah dan bersifat lebih universal. Menurut Seiler
Source atau pengirim pesan mempunyai empat peran yaitu:
1. menentukan arti apa yang akan
dikomunikasikan
2. Menyandikan arti ke dalam suatu pesan
3. Pengirim pesan dan mengamati
4, Bereaksi terhadap respon dari
penerima pesan
- Komponen Dasar
Komunikasi
Komponen dasar komunikasi meliputi:
a. Source (Sumber)
Sumber merupakan dasar yang digunakan di dalam penyampaian
pesan dengan tujuan untuk memperkuat pesan itu sendiri.
b. Communicator / komunikator (Pengirim pesan)
Komunikator biasanya berupa individu yang sedang berbicara
atau menulis, kelompok orang, organisasi komunikasi seperti surat kabar,
televisi, radio dan lain-lain.
c. Message (Pesan)
Pesan adalah sebuah simbol yang mengandung makna dan
dipilih oleh komunikator untuk disampaikan kepada komunikan. Pesan ini dapat
berupa verbal (lisan maupun tulisan) dan nonverbal (tidak menggunakan
kata-kata).
d. Channel (Saluran atau media)
Chanel atau saluran merupakan alat untuk menyalurkan suatu
pesan komunikasi dari komunikator kepada komunikan. Chanel biasanya berupa
media elektronik, media sosial dan media cetak.
e. Communicant / komunikan (penerima pesan)
Komunikan adalah orang yang menerima pesan yang telah
disampaikan oleh komunikator baik secara langsung maupun menggunakan media.
f. Effect (hasil)
Hasil merupakan dampak yang terjadi pada komunikan setelah
mendapatkan pesan komunikasi dari komunikator. Hasil antar-Effect adalah hasil
dari suatu komunikasi, yaitu sesuai atau tidaknya sikap dan tingkah laku
seseorang. Jika sikap dan tingkah laku orang tersebut sesuai, maka komunikasi
dinyatakan berhasil. Efek komunikasi
bisa berupa pengetahuan, sikap atau perilaku komunikan.
g. Feedback (umpan balik)
Feedback merupakan umpan balik berupa respon yang
dikembalikan oleh komunikan kepada komunikator setelah mendapatkan pesan
komunikasi dari komunikator.
h. Noise (gangguan)
Gangguan merupakan hambatan tidak direncanakan yang terjadi
pada saat berlangsungnya proses komunikasi, akibatnya pesan yang diterima oleh
komunikan berbeda dengan pesan yang sudah disampaikan oleh komunikator
kepadanya.
- Prinsip Komunikasi
Setiap manusia mempunyai potensi untuk
diartikan sebagai komunikasi, kita selalu berkomunikasi, bahkan saat berdiam
diri. Berdiam bisa berarti sesuatu, tetapi tidak berarti bahwa semua perilaku
adalah komunikasi. Komunikasi bisa saja tercipta ketika seseorang memberi makna
pada perilakunya sendiri atau perilaku orang lain. Komunikasi adalah hal yang
sebisa mungkin harus bisa dikontrol, seefektif mungkin menggunakan segala macam
aspek perilaku kita karena segala sesuatu mengenai diri kita itu kita komunikasikan
baik kita sadari maupun tidak. Tidak hanya berupa kata yang kita ucapkan,
melainkan bisa berupa cara kita berpakaian, cara kita berjalan, cara kita
mengeluh, cara kita berterimakasih, cara kita melakukan kontak mata atau
menghindari kontak mata mengkomunikasikan semuanya.
Menurut Devito (1989:24) ia mengatakan
jika kita berharap untuk sebisa mungkin memahami orang lain, kita perlu
memperhatikan pesan dan makna yang tidak secara jelas dikirimkan oleh mereka
seperti pesan yang terkirim dari baju, gerakan tubuh, kontak mata bahkan diam.
Prinsip komunikasi ada 9 yaitu:
1. Komunikasi Mempunyai Isi
Dimensi dan Hubungan
Dimensi isi (verbal) menunjukkan muatan
(isi) komunikasi, yaitu seusai apa yang dikatakan. Dimensi hubungan (non
verbal), menunjukkan bagaimana cara mengatakannya untuk bisa mengisyaratkan
bagaimana pesan itu ditafsirkan. Berdasarkan tinjauan komunikasi antar pribadi,
dijelaskan bahwa secara umum pria lebih fokus pada dimensi isi sedangkan wanita
lebih fokus pada dimensi hubungan.
2. Komunikasi itu Berlangsung
Dalam Berbagai Tingkat Kesengajaan
Tingkat komunikasi bisa berlangsung
secara disengaja maupun tidak disengaja. Meskipun kita sama sekali tidak
bermaksud menyampaikan pesan kepada orang lain, perilaku kita berpotensi untuk
dinilai oleh orang lain. Kita lebih sering mengeluarkan pesan non verbal yang
tidak disengaja dibanding pesan verbal.
3. Komunikasi Terjadi Dalam
Konteks Ruang dan Waktu
Makna sebuah pesan tergantung pada
konteks fisik/ruang, waktu, sosial dan psikologis. Makna setiap pesan belum
tentu sama dalam konteks ruang atau waktu yang berbeda. Artinya, setiap konteks
memiliki ruang dan waktunya tersendiri, mereka mempunyai masing-masing situasi
yang berbeda.
4. Komunikasi Melibatkan
Prediksi Peserta Komunikasi
Setiap individu mempunyai efek
komunikasi yang akan mereka ramalkan saat sedang melakukan komunikasi.
Komunikasi terikat aturan dan tata krama, artinya kita bisa memprediksi
perilaku orang lain berdasarkan peran sosial yang dimilikinya, misalnya kita
tahu bagaimana tata krama berbahasa saat sedang berkomunikasi dengan orang
tua. Komunikasi terikat oleh aturan dan
etika, artinya prediksi tersebut tidak selalu disadari dan berlangsung cepat.
Pada derajat tertentu ada keteraturan perilaku manusia sehingga dapat
diprediksi.
5. Komunikasi itu bersifat
Sistematik
Ada dua sistem dasar dalam transaksi komunikasi:
1.
Sistem Internal, yaitu seluruh
sistem nilai yang dibawa oleh seorang individu ketika memasuki situasi
komunikasi Sistem Internal mengandung semua unsur yang membentuk individu yang
unik (kepribadian, pengetahuan, agama, dll) yang pada umumnya bersifat tersembunyi
frame of reference & field of
experience.
2.
Sistem Eksternal, terdiri dari
unsur-unsur dalam lingkungan di luar individu, seperti kata-kata yang dipilih
untuk melakukan komunikasi, isyarat fisik peserta komunikasi, yang terjadi
disekitarnya, penataan ruangan, cahaya dan temperatur ruang.
Semakin
mirip latar belakang sosial budaya seseorang, maka akan semakin efektif pula
proses komunikasi yang berlangsung. Komunikasi yang efektif yaitu komunikasi
yang hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan (pihak yang melakukan
komunikasi). Kesamaan latar belakang
para pelaku komunikasi membuat suatu situasi komunikasi lebih mudah
mencapai keefektifan. Kesamaan umur, suku, bahasa, tingkat pendidikan juga bisa
menjadi pendorong komunikasi bisa berlangsung secara efektif.
6. Komunikasi Bersifat
Konsekuensial
Pada situasi komunikasi, kebanyakan
situasi tersebut bersifat dua arah. Meskipun ada dua model komunikasi linear
atau satu arah, tetapi pada akhirnya komunikasi tersebut akan bersifat dua
arah, karena komunikasi akan menimbulkan umpan balik. Oleh karena itu komunikator dan komunikan dalam
suatu percakapan komunikasi antar 2 individu atau lebih akan terus berganti.
Sehingga sudah tidak bisa dibedakan lagi antara pesan dan umpan balik.
7. Komunikasi Bersifat
Prosesual, Dinamis dan Transaksional
Proses komunikasi disebut proses yang berkesinambungan, artinya tidak
mempunyai awal dan tidak mempunyai akhir. Komunikasi itu bersifat dinamis,
artinya pada komunikasi melibatkan sebuah proses proses penyesuaian. Komunikasi
bersifat transaksional karena pada saat yang bersamaan kita melakukan encoding
dan decoding diwaktu yang bersamaan saat kita mengirim dan menerima pesan.
Implikasi komunikasi dari sebagai proses yang dinamis dan transaksional yaitu
bahwa peserta komunikasi berubah (dari hanya sekedar pengetahuan hingga
perubahan dalam memandang dunia yang akhirnya mengarah pada perubahan tingkah
laku).
8. Komunikasi Bersifat
Irreversible
Beberapa sistem sifatnya dapat ditarik
atau diulang kembali. Tetapi ada sistem yang bersifat irreversibel prosesnya
hanya berfokus pada satu arah dan tidak bisa kembali ke arah sebelumnya, dan
komunikasi termasuk ke dalam sistem ini. Komunikasi merupakan suatu proses yang
tidak bisa ditarik kembali, tindakan komunikasi yang telah terjadi tidak
mungkin bisa ditarik kembali. Sekali kita mengirimkan pesan, kita tidak dapat
mengendalikan pengaruh pesan tersebut kepada khalayak apalagi sampaikan
menghilangkan efek pesan tersebut.
Menurut Devito (1989:25) bahkan karena
sifat irreversible-nya kita perlu waktu untuk mempertahankan atau membenarkan
perilaku kita yang diterima orang lain secara negatif. Metode paling umum kita
gunakan untuk menghadapi reaksi negatif dari tiap individu lain terhadap
perilaku kita adalah melakukan excuse atau belasan (berusaha melakukan
pembenaran terhadap perilaku yang sudah kita lakukan dan menimbulkan reaksi
negatif dari individu lain).
Sifat irreversible ini merupakan
implikasi dari komunikasi sebagai suatu proses yang akan selalu berubah.
Prinsip ini yang akan menyadarkan bahwa kita harus berhati-hati dalam
mengirimkan suatu suatu pesan kepada orang lain karena efeknya tidak dapat menghilangkan
efek pesan tersebut meskipun kita sudah merubahnya.
9. Komunikasi Bukan Panasea
Untuk Menyelesaikan Berbagai Masalah
Banyak
persoalan manusia yang disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi
bukanlah panasea untuk menyelesaikan konflik tersebut, karena persoalan konflik
tersebut bisa saja berkaitan dengan masalah struktural. Esensi dari suatu
konflik harus tetap dicari dan diselesaikan.
BAB 2
KONSEP-KONSEP DASAR
ORGANISASI
- Pengertian Organisasi
Organisasi berasal dari bahasa yunani
yaitu Organon yang berarti “alat” (tool). Kata organisasi dalam bahasa Latin
menjadi organizatio dan kemudian dalam bahasa Perancis (abad ke-14) menjadi
organization. Organisasi merupakan satu kesatuan yang dibentuk secara
sistematis berdasarkan ruang lingkup tertentu untuk mencapai tujuan bersama.
Beberapa orang yang terlibat dalam satu organisasi, biasanya mempunyai
keterkaitan yang sama. Kelompok orang tersebut akan terus menerus beradaptasi
dengan tujuan untuk menyelesaikan kepentingan bersama.
Menurut Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro
organisasi merupakan kerangka pembagian kerja dan kerangka tata komunikasi
kerja antara sekumpulan orang yang memegang posisi dan bekerjasama secara
tertentu dan bersama-sama guna tercapainya tujuan tertentu.
Menurut Victor A. Thompson Organisasi
merupakan suatu integrasi dari sejumlah orang yang ahli yang bekerja sama
dengan sangat rasional dan impersonal untuk mencapai tujuan tujuan yang
spesifik dan telah disepakati sebelumnya.
Menurut Stephen P. Robbins Organisasi
adalah suatu entitas sosial yang secara sadar terkoordinasi, memiliki suatu
batas yang relatif dapat diidentifikasi, dan berfungsi secara relatif kontinu
(berkesinambungan) untuk mencapai suatu tujuan atau seperangkat tujuan bersama.
Menurut E. Wight Bakke Organisasi adalah
suatu sistem berkelanjutan dari aktifitas-aktifitas manusia yang
terdiferensiasi dan terkoordinasi, yang mempergunakan, mentransformasi, dan
menyatupadukan seperangkat khusus manusia, material, modal, gagasan, dan sumber
daya alam menjadi suatu kesatuan pemecahan masalah yang unik dalam rangka
memuaskan kebutuhan-kebutuhan tertentu manusia dalam interaksinya dengan sistem
sistem lain dari aktivitas manusia dan sumber daya dalam lingkungannya.
- Elemen Organisasi
Berdasarkan pemikiran Tom Peters dan
Robert Waterman pada tahun 1980, mereka
ngembangkan model 7-S. Model 7-S merupakan kerangka efektivitas organisasi yang
berfokus pada fungsi internal suatu organisasi. Model 7-S dimulai dari premis
yang menyatakan bahwa organisasi tidak hanya berdiri dari suatu elemen struktur
melainkan terdiri dari tujuh elemen yang selaras dalam mendukung tujuan
organisasi. Ketujuh elemen tersebut diantaranya strategy (strategi), structure
(struktur), system (sistem), shared value ( nilai bersama), style (gaya/corak), staff (staf), skills
(kecakapan).
Secara keseluruhan model 7-S menekankan bahwa tujuan suatu organisasi
dapat dicapai melalui tingkat kesesuaian yang tinggi antara kondisi dari tujuh
elemen pembentuknya. Kondisi setiap “S” harus konsisten dan saling mendukung
satu sama lain. Recklies (2001) mengatakan tidak mungkin untuk membuat kondisi
suatu elemen lebih maju dibandingkan dengan kondisi elemen lainnya tanpa
membuat kemajuan dalam kondisi semua elemennya. Dengan kata lain, jika ada
kondisi satu elemen yang berubah maka perubahan itu akan mempengaruhi kondisi
elemen-elemen yang lain. Menurut Pascale, terdapat suatu polaritas dari setiap
elemen organisasi yang perlu untuk direkonsiliasikan, dimana untuk suatu
keadaan, organisasi dapat dipetakan pada posisi tertentu pada kontinum yang
terdapat dalam polaritas dari setiap elemen organisasi tersebut.
- Karakteristik Organisasi
Organisasi mempunyai lima karakteristik, yaitu:
1.
Unit / Entitas Sosial
Organisasi sering disebut sebagai
artificial being, artinya rekayasa sosial hasil karya manusia (man-made) yang
bersifat tidak kasat mata (intangible) dan abstrak. Oleh karena itu organisasi
lebih kepada realitas sosial dibandingkan sebagai realitas fisik. Meski bukan
realitas fisik, sebuah organisasi tetap membutuhkan fasilitas fisik seperti
gedung, peralatan kantor atau mesin-mesin, karena dengan fasilitas fisik sebuah
organisasi bisa melaksanakan kegiatannya.
Sebagai entitas sosial, organisasi pada
umumnya didirikan untuk jangka waktu yang relatif lama, bisa berumur puluhan
atau ratusan tahun bahkan bisa mencapai waktu yang tidak terbatas. Keberadaan
organisasi tidak selalu terkait dengan masih ada / tidaknya pendiri organisasi
tersebut. Meski di dalam organisasi si pendiri organisasi tidak lagi terlibat
dengan alasan apapun, hal tersebut tidak menyebabkan organisasi tersebut
terpecah. Organisasi terkadang didirikan untuk jangka waktu tertentu (bersifat ad hoc) dan dengan sendirinya bubar atau
dibubarkan.
2.
Beranggotakan Minimal Dua Orang
Sebagai hasil karya cipta manusia,
organisasi biasanya didirikan oleh orang yang mempunyai kemampuan, pengetahuan,
atau saran lainnya. Organisasi kadang biasanya didirikan oleh dua orang atau
yang lebih yang mempunyai ide yang sama untuk membangun sebuah organisasi.
Dalam sebuah organisasi tidak melihat siapa yang mendirikan atau berapapun
banyaknya pendiri sebuah organisasi, yang pasti manusia dianggap sebagai unsur
utama dari organisasi. Tanpa adanya keterlibatan manusia, entitas sosial tidak
bisa dikatakan sebagai organisasi. Bahkan, bisa dikatakan bahwa tidak ada
satupun organisasi yang di dalam kegiatannya tidak melibatkan manusia,
keterlibatan manusia dalam organisasi adalah sebuah keharusan.. Organization is by people for people yang
artinya organisasi didirikan manusia untuk kepentingan manusia.
Dalam organisasi seseorang tidak bisa
bekerja sendiri, tidak bisa jika hanya melibatkan mesin atau robot, tetapi
harus melibatkan orang lain. Salah satu persyaratan agar sebuah entitas sosial
disebut organisasi adalah harus terdiri dari dua orang anggota atau lebih agar
orang-orang tersebut bisa bekerja sama, melakukan pembagian kerja, dan terdapat
spesialisasi dalam pekerjaan.
3.
Berpola Kerja yang Terstruktur
Prasyarat
organisasi harus beranggotakan minimal dua orang atau lebih belum bisa
dikatakan sebagai organisasi, jika berkumpulnya orang tersebut tidak
terkoordinasi dengan serta serta tidak memiliki pola kerja yang terstruktur.
4.
Mempunyai Tujuan
Organisasi didirikan bukan untuk
siapa-siapa dan bukan tanpa tujuan.
Manusia menjadi elemen penting terhadap didirikannya sebuah organisasi.
Organisasi didirikan karena manusia sebagai makhluk sosial, sulit untuk mencapai
tujuan individualnya jika mengerjakannya sendiri tanpa melibatkan orang lain.
Manusia bisa bekerja sendiri, tetapi dengan bantuan orang lain pekerjaannya
akan lebih efektif dan efisien melalui sebuah organisasi. Artinya, sebuah
organisasi didirikan dengan tujuan agar sekelompok manusia yang bekerja dalam
satu ikatan kerja lebih mudah mencapai target yang ingin dituju dibandingkan
dengan mengerjakannya secara individu.
Dalam sebuah organisasi, setiap orang pasti memiliki tujuan yang berbeda, tetapi kesediaan mereka bergabung dalam sebuah organisasi menunjukkan bahwa mereka mempunyai kesepakatan untuk saling bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan, baik tujuan masing-masing individu (tujuan anggota organisasi) maupun tujuan organisasi itu sendiri (tujuan para pendiri organisasi).
5.
Mempunyai Identitas Diri
Sekelompok manusia di dalam suatu
organisasi untuk melakukan kegiatan, jadilah sekelompok manusia tersebut
sebagai entitas sosial yang berbeda dengan entitas sosial lainnya. Perbedaan
suatu entitas sosial satu sama lain sulit diduga karena beberapa alasan.
Pertama, sifat organisasi yang intangible
dan abstrak membuat seseorang sulit untuk ke dalam suatu organisasi. Kedua,
organisasi sebagai subsistem dari sistem sosial yang lebih besar membuat para
anggotanya saling berinteraksi dengan anggota masyarakat di luar organisasi.
Ketiga, sering terjadi bahwa seseorang anggota organisasi juga berada di
organisasi lain sehingga batasna organisasi seolah-olah menjadi tidak
terkontrol kalau batasan tersebut hanya dilihat dari keanggotaan seseorang.
Meski demikian, bukan berarti sebuah
organisasi tidak mempunyai batasan dan identitas diri. Secara formal identitas
diri sebuah organisasi bisa dilihat melalui akta pendirian organisasi tersebut
yang menjelaskan siapa yang menjadi bagian dari organisasi dan siapa yang
bukan, kegiatan apa yang dilakukan, bagaimana organisasi diatur, atau siapa
yang mengatur organisasi tersebut. Organisasi juga dapat diidentifikasi melalui
variabel budaya yang yang sifatnya informal dan sulit dipahami, tetapi
keberadaannya tidak diragukan. Menurut F. Landa Jocano yaitu seorang antropolog
dari Filipina, ia menegaskan bahwa sekelompok orang yang bekerja sama tidak
akan dikatakan sebagai organisasi manakala kelompok tersebut tidak mempunyai
budaya. Jadi, dalam hal ini budaya dianggap sebagai variabel yang menjadi
karakteristik sebuah organisasi dan membedakan organisasi tersebut dengan
organisasi lainnya.
- Fungsi Organisasi
Mengikuti atau menjadi bagian dari
sebuah organisasi merupakan bagian yang mempunyai dampak besar bagi kehidupan
karena dalam sebuah organisasi bisa disebut sebagai masyarakat lingkup kecil.
Di dalam organisasi selalu ada masalah yang harus dipecahkan bersama serta
sikap saling menjaga dan tanggung jawab terhadap anggota organisasi tersebut.
Penyelesaian masalah akan memberikan masukan terhadap masyarakat dari ruang
lingkup luas. Sebuah organisasi didirikan pasti mempunyai fungsinya tersendiri,
berikut adalah beberapa fungsi organisasi:
●
Memenuhi kebutuhan pokok organisasi, yaitu untuk kelangsungan
organisasi.
●
Mengembangkan tugas dan tanggung jawab, artinya organisasi harus
hidup sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh organisasi
●
Memproduksi barang atau jasa, artinya semua organisasi mempunyai
hasil produknya masing-masing. Efektivitas proses produksi tergantung pada
ketepatan informasinya.
●
Mempengaruhi dan dipengaruhi, artinya organisasi dapat mempengaruhi
dan dapat juga dipengaruhi oleh orang.
BAB 3
PERSEPSI DAN KONSEP
DASAR KOMUNIKASI ORGANISASI
- Persepsi Mengenai
Komunikasi Organisasi
Persepsi mengenai komunikasi organisasi
perlu diketahui sebagai dasar untuk memahami apa yang dimaksud dengan
komunikasi organisasi.
Beberapa persepsi terkait komunikasi organisasi:
1.
Menurut Redding dan Sanborn,
Komunikasi organisasi adalah adalah pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks.
Yang termasuk bidang ini adalah:
●
Komunikasi internal
●
Hubungan manusia
●
Hubungan persatuan pengelola
●
Komunikasi downward (komunikasi
dari atasan kepada bawahan)
●
Komunikasi upward (komunikasi dari
bawahan kepada atasan)
●
Komunikasi horizontal (komunikasi
dari orang-orang yang sama tingkatnya dalam organisasi)
●
Keterampilan berkomunikasi dan
berbicara, mendengarkan, menulis dan evaluasi program.
2.
Menurut Katz dan Kahn, Komunikasi
organisasi merupakan arus informasi, pertukaran informasi dan pemindahan arti
di dalam organisasi.
3.
Menurut Zelko dan Dance,
Komunikasi organisasi adalah suatu sistem yang saling tergantung mencakup
komunikasi internal dan komunikasi eksternal.
4.
Menurut Thayer Dia, memperkenalkan
tiga sistem komunikasi dalam organisasi, yaitu:
●
Berkenaan dengan kerja organisasi
seperti data mengenai tugas-tugas atau beroperasinya organisasi;
●
Berkenaan dengan pengaturan
organisasi seperti perintah, aturan dan petunjuk;
●
Berkenaan dengan pemeliharaan dan
pengembangan organisasi (hubungan dengan personal dan masyarakat, pembuat iklan
dan latihan).
5.
Menurut Greenbaunm, Bidang
komunikasi organisasi termasuk arus komunikasi formal dan informal dalam
organisasi. Dia membedakan komunikasi internal dengan eksternal dan memandang
peranan komunikasi terutama sebagai koordinasi pribadi dan tujuan organisasi
serta masalah menggiatkan aktivitas.
- Definisi dan Konsep
Kunci Dari Organisasi
Komunikasi organisasi biasanya terjadi
dalam suatu sistem terbuka yang kompleks dipengaruhi oleh lingkungannya
sendiri, baik internal maupun eksternal. Alur komunikasi biasanya meliputi
pesan dan arusnya (tujuan, arah dan media); meliputi orang (sikapnya, perasaannya, hubungannya dan
keterampilannya). Dari penjelasan tersebut terdapat beberapa konsep kunci dari
organisasi, yaitu:
●
Proses
Proses pada suatu organisasi merupakan suatu sistem terbuka
yang dinamis yang menciptakan dan anggotanya saling menukar pesan. Karena
adanya proses menciptakan dan menukar pesan maka akan terus berjalan tanpa
henti dan dikatakan sebagai suatu proses.
●
Pesan
Pesan merupakan sebuah simbol yang memiliki arti didalamnya
terkait obyek, kejadian yang dihasilkan dari proses interaksi dengan orang
lain. Dalam melakukan komunikasi, kita mempelajari pertukaran pesan dalam
seluruh organisasi. Pesan dalam organisasi dapat dilihat menurut beberapa
klasifikasi yang berhubungan dengan bahasa, penerima, metode difusi dan arus
tujuan dari arah pesan.
●
Jaringan Organisasi
Jaringan organisasi terdiri dari satu tipe orang yang
masing-masing mempunyai posisi dan peranan tertentu dalam organisasi dengan melakukan pertukaran pesan
melalui jaringan komunikasi. Hakikat dan luas jaringan ini dipengaruhi oleh
faktor yang mempengaruhi jaringan komunikasi, seperti hubungan peranan, arah
arus pesan dan isi pesan.
●
Keadaan Saling Tergantung
Keadaan saling tergantung antara satu bagian dengan bagian
lainnya menjadi sifat dari suatu organisasi yang merupakan suatu sistem
terbuka. Bila ada satu bagian organisasi yang mengalami gangguan akan
berpengaruh pada bagian organisasi lainnya dan memungkinkan seluruh sistem
organisasi ikut mengalami gangguan.
●
Hubungan
Konsep hubungan dari organisasi terjadinya karena
organisasi merupakan sistem kehidupan sosial, maka untuk menggunakan
bagian-bagian tersebut terletak di tangan manusia. Oleh karena itu, hubungan
manusia pada organisasi lebih terfokus pada hal-hal yang harus dipelajari
seperti tingkah laku komunikasi dari orang-orang yang terlibat dalam suatu
hubungan.
●
Lingkungan
Lingkungan diartikan sebagai semua totalitas secara fisik
dan faktor sosial yang diperhitungkan terkait pembuatan keputusan mengenai
individu dalam suatu sistem. Lingkungan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu
lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal mencakup
karyawan, golongan fungsional dari organisasi, komponen organisasi lainnya,
seperti tujuan, produk atau jasa, dan sebagainya. Sedangkan lingkungan eksternal mencakup
pelanggan, kompetitor, teknologi dan sebagainya.
●
Ketidakpastian
Ketidakpastian merupakan perbedaan informasi yang sudah ada
dengan informasi yang diharapkan. Untuk mengurangi resiko ketidakpastian,
organisasi menciptakan dan menukar pesan diantara anggota, penelitian,
pengembangan organisasi dan menghadapi tugas-tugas yang kompleks dengan
integritas yang tinggi.
- Fungsi Komunikasi
Organisasi
a. Fungsi Informatif
Organisasi dipandang sebagai suatu sistem proses informasi,
artinya seluruh anggota dalam suatu sistem organisasi diharapkan bisa
memperoleh informasi yang lebih banyak dan lebih tepat.
b. Fungsi Regulatif
Fungsi regulatif biasanya berhubungan dengan
peraturan-peraturan yang berlaku di dalam suatu organisasi. Ada dua hal yang
berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu
1.
Atasan atau orang yang berada
dalam tataran manajemen, yaitu mereka yang memiliki hak terkait semua informasi
yang akan disampaikan.
2.
Berkaitan dengan pesan atau message pesan , pesan-pesan regulatif
biasanya berorientasi pada kerja.
c. Fungsi Persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan
tidak selalu membawa hasil sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh karena itu,
banyak atasan yang lebih memilih mempersuasi karyawannya daripada memberi
perintah.
d. Fungsi Integratif
Setiap organisasi berusaha menyediakan saluran yang akan
mendorong karyawannya agar dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan baik.
- Pendekatan Komunikasi
Organisasi
Pendekatan komunikasi organisasi
biasanya digunakan untuk melihat bagaimana kondisi komunikasi yang terjadi
dalam suatu organisasi. Ada 3 pendekatan komunikasi organisasi, yaitu:
1.
Pendekatan Makro, pada pendekatan
makro organisasi dilihat sebagai suatu struktur global yang berinteraksi dengan
lingkungannya. Dalam berinteraksi, organisasi melakukan aktivitas tertentu
seperti:
●
Memproses informasi dan lingkungan
●
Mengadakan identifikasi
●
Melakukan integrasi dengan
organisasi lain
●
Menentukan tujuan organisasi
2.
Pendekatan Mikro, pendekatan ini
lebih mengutamakan komunikasi dalam unit dan sub-unit pada suatu organisasi.
Pada tingkat ini, komunikasi yang diperlukan adalah komunikasi antar anggota
kelompok seperti:
●
Komunikasi untuk pemberian
orientasi dan latihan
●
Komunikasi untuk melibatkan
anggota kelompok dalam tugas kelompok
●
Komunikasi untuk menjaga iklim
organisasi
●
Komunikasi dalam mensupervisi dan
pengarahan pekerjaan
●
Komunikasi untuk mengetahui rasa
kepuasan kerja dalam organisasi
3.
Pendekatan Individual, pendekatan
ini berpusat pada tingkah laku komunikasi individual dalam organisasi. Semua
tugas-tugas yang telah diuraikan pada pendekatan Makro dan Mikro diselesaikan
oleh komunikasi individual satu sama lainnya. Beberapa bentuk komunikasi
individual:
●
Berbicara pada kelompok kerja
●
Menghadiri dan berinteraksi dalam
rapat-rapat
●
Menulis dan mengonsep surat
●
Berdebat untuk suatu usulan
BAB 4
TEORI-TEORI ORGANISASI
- Pengertian Teori
Organisasi
Teori organisasi yaitu ilmu yang
mempelajari struktur dan desain organisasi. Teori organisasi mengarahkan pada
aspek-aspek deskriptif maupun perspektif dari disiplin ilmu. Teori itu
menjelaskan bagaimana organisasi sebenarnya bisa menawarkan tentang bagaimana
organisasi dapat dikonstruksi dengan tujuan meningkatkan efektivitasnya. Teori
organisasi menggambarkan studi tentang bagaimana banyak organisasi menjalankan
tugasnya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang
yang sedang bekerja di dalamnya.
Menurut Hodge dan Anthony, teori organisasi merupakan sekelompok konsep, prinsip-prinsip dan hipotesis yang digunakan untuk menjelaskan komponen-komponen organisasi dan bagaimana komponen-komponen tersebut berperilaku. Hal ini berarti teori organisasi berguna untuk memahami apa itu organisasi dan bagaimana organisasi berhubungan dengan lingkungannya.
- Teori Klasik
Teori organisasi klasik merupakan teori
yang berkembang mulai 1800 an abad ke-19, teori ini disebut juga teori
tradisional atau teori mesin. Pada masa ini, teori organisasi digambarkan
sebagai kelompok orang yang membentuk lembaga. Pada tiap bagian organisasi
memiliki spesifikasi dan sentralisasi dalam tugas dan wewenang. Disebut teori
mesin katrena organisasi ini menganggap manusia sebagai sebuah onderdil yang
kapan saja bisa dipasang dan diganti sesuai kehendak pemimpin. Organisasi
menurut Teori Klasik diartikan sebagai struktur hubungan, kekuasaan, tujuan,
kegiatan, peranan, komunikasi dan faktor-faktor lain apabila orang bekerja
sama.
Teori Organisasi Klasik sepenuhnya
menguraikan anatomi organisasi formal. Terdapat empat unsur pokok yang selalu
ada dalam organisasi formal, yaitu:
a.
Sistem kegiatan yang terkoordinasi
b.
Kelompok orang
c.
Kerjasama
d. Kekuasaan dan Kepemimpinan
- Teori Hubungan
Teori
hubungan disebut juga Teori Organisasi Neo-Klasik.Teori ini muncul akibat
ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori ini merupakan penyempurnaan teori
klasik. Tokoh teori ini diawali oleh Elton Mayo (1927) yang membentuk aliran
antar manusia (human relation school), yang memandang organisasi sebagai suatu
yang terdiri dari tugas-tugas dari sisi manusia yang berbanding sisi mesin.
Pada masa ini norma sosial kelompok merupakan kunci penentu perilaku kerja
seseorang.
Munculnya teori neoklasik diawali dengan inspirasi percobaan yang dilakukan di Pabrik Hawthorne pada tahun 1924 milik perusahaan Western Electric di Cicero yang disponsori oleh Lembaga Riset Nasional Amerika. Terkait percobaan yang dilakukan Elton Mayo seorang riset dan Western Electric, ia menyimpulkan bahwa pentingnya memperhatikan intensif upah dan kondisi kerja karyawan dipandang sebagai faktor penting peningkatan produktivitas.
- Teori Motivasi
Istilah motivasi tertuju pada dasar yang
mendorong suatu kegiatan. Siagian (1995:137) menyatakan bahwa motivasi
merupakan akibat dari interaksi seseorang dengan situasi tertentu yang
dihadapinya. Oleh karena itu terdapat perbedaan dalam kekuatan motivasi
seseorang yang ditunjukkan dalam menghadapi berbagai situasi tertentu
dibandingkan dengan orang lain yang menghadapi situasi yang sama. Motivasi
merupakan hal yang penting, salah satu yang perlu diperhatikan yaitu bahwa
tingkat motivasi seseorang berbeda dengan orang lain dan dalam diri seseorang
pada waktu yang berlainan.
Menurut Stephen P. Robbins (2003:208) ia
menjelaskan bahwa motivasi sebagai satu proses yang menghasilkan suatu
intensitas, arah, dan ketekunan individual dalam usaha untuk mencapai satu
tujuan. Dari penjelasan tersebut terdapat tiga kunci utama, yakni: intensitas,
arah, dan ketekunan. Intensitas, menyangkut seberapa kerasnya seseorang
berusaha. Ini merupakan unsur yang paling difokuskan oleh kebanyakan orang bila
kita membicarakan tentang motivasi. Akan tetapi menurut Robbins (2003),
intensitas yang tinggi tidak akan membawa hasil yang diinginkan kecuali kalau
upaya itu diarahkan ke suatu tujuan yang menguntungkan organisasi. Kita harus
bisa mempertimbangkan kualitas dari upaya maupun intensitasnya. Upaya yang
harus kita usahakan yaitu upaya yang menuju dan konsisten dengan tujuan-tujuan
organisasi hingga akhirnya motivasi memiliki dimensi ketekunan.
DAFTAR PUSTAKA
Arie
Ambarwati. (2018, February 1). PERILAKU
DAN TEORI ORGANISASI. Media Nusa Creative.
https://dspace.hangtuah.ac.id/xmlui/bitstream/handle/dx/747/Perilaku%20Dan%20Teori%20Organisasi.pdf?sequence=1&isAllowed=y
DELPI
SUSANTI. (2022, September 6). PERKEMBANGAN TEORI ORGANISASI KLASIK, NEO KLASIK, MODERN, POST MODERN DAN KONTEMPORER. UNIVERSITAS RIAU, 1–17.
Fithriyyah
Mustiqowati Ummmul. (2021, January 8). Dasar-Dasar
Teori Organisasi. IRdev Institute.
https://repository.uin-suska.ac.id/59799/1/Dasar-Dasar%20Teori%20Organisasi.pdf
Hariyanto
D. (2021). Buku ajar pengantar ilmu
komunikasi. Umsida Press.
Hidayati,
L. N. (2010). Komunikasi Organisasi dan Manajemen Konflik. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1–17.
Oviva
Tidal Jumrad, & Ira Dwi Mayang Sari. (2019). FUNGSI KOMUNIKASI DALAM
ORGANISASI MELALUI GROUP CHAT WHATSAPP ORIFLAME. Jurnal Common, 3,
104–114.
Susanty,
A. , & Hidajat, U. B. (2012). Korelasi Antara Posisi Elemen-Elemen
Organisasi dengan Terwujudnya Karakter Good Corporate Governance. Jurnal Teknik Industri Undip, 3, 118–129.
Kadji,
Y. (2012). Tentang teori motivasi. Jurnal
Inovasi, 9(01).
LAMPIRAN































4 Komentar
sangat informatif kak
BalasHapussangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat materinya
BalasHapusWah keren sekali, saya langsung paham
BalasHapus